Kliping tempo.co – 16 Juni 2015

Cara Penderita AIDS Konsumsi Obat Saat Puasa

TEMPO.CO, Yogyakarta – Meskipun harus mengkonsumsi obat anti retroviral (ARV) saban hari secara rutin dan teratur, orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) maupun yang menderita (acquired immune deficiency syndrome) AIDS tetap bisa berpuasa. Kepala Poli Edelweis Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito M. Zainal Abidin memastikan tak ada larangan bagi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) untuk berpuasa.

“Asalkan memenuhi sejumlah persyaratan,” kata Zainal, kepala fasilitas medis yang melayani ODHA itu saat ditemui di Sosrowijayan, Yogyakarta, Senin, 15 Juni 2015. (Baca: 16 Gejala Anda Positif HIV)

Persyaratan yang dimaksud antara lain mengkonsumsi ARV secara rutin serta tubuh tidak terinfeksi virus aktif, seperti tuberkulosis, tokso, juga pneumonia. Kemudian tidak mengalami diare, mual, dan muntah. Lalu, apabila memungkinkan, jumlah sel cluster of differentiation 4 di atas 200. “Konsumsi ARV rutin. Ada yang sehari sekali, ada yang dua kali sehari,” kata Zainal.

ARV yang dikonsumsi sehari sekali bisa diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan ARV yang diminum dua kali sehari mempunyai jeda waktu 12 jam. Obat itu bisa diminum saat sahur dan saat berbuka puasa.

Lantas, apabila sebelum puasa biasa mengkonsumsi ARV pada pagi dan sore atau malam dan siang hari, bagaimana bisa meminumnya saat waktu sahur dan berbuka? Bukankah waktu meminum ARV harus rutin dan tepat waktu?

“Tidak ada masalah memundurkan waktu meminum ARV. Itu bisa mulai dilakukan 1-2 pekan sebelum puasa tiba,” kata Zainal.

Dia mencontohkan, apabila ODHA biasa meminum ARV pada pukul tujuh pagi, perlahan bisa diundurkan waktunya menjadi pukul 06.30. Kemudian pada hari selanjutnya minum pukul enam pagi, dan seterusnya hingga biasa meminum ARV saat sahur.

Pendamping ODHA dari organisasi swadaya masyarakat Victory Plus Yogyakarta, Aini, menjelaskan bahwa ada toleransi waktu mengkonsumsi ARV selama 1-2 jam dari waktu rutin yang dilakukan sebelumnya. Apabila ODHA secara bertahap mengganti waktu mengkonsumsi ARV, menurut Aini, tidak ada efek samping.

“Pemberian waktu agar ODHA patuh minum obat secara rutin. Karena obat itu harus dikonsumsi seumur hidupnya,” kata Aini.

PITO AGUSTIN RUDIANA

http://ramadan.tempo.co/read/news/2015/06/16/151675462/cara-penderita-aids-konsumsi-obat-saat-puasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>