Kliping – Tribun Jogja 14 Mei 2015

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Kota Yogyakarta Capai 802 Kasus  –

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta hingga Desember 2014 lalu, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 802 kasus. Dari jumlah tersebut 554 kasus adalah HIV dan 248 kasus adalah AIDS. Dan penderitanya pun didominasi jenis kelamin laki-laki yang mencapai 64,72 persen.

Sekretaris I Komisi Penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta, Kaswanto menjelaskan jumlah kasus tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2012 kasus HIV/AIDS di Kota Yogyakarta tercatat 561 kasus. Lalu meningkat menjadi 677 kasus di 2013 dan 802 di kasus 2014.

“Pada 2015 jumlah ini diyakini mengalami peningkatan. Penderitanya pun masih didominasi mereka yang berumur 30 tahun ke bawah, yaitu sekitar 37,20 persen,” kata Kaswanto.

Selain itu, lanjut dia, posisi kedua jumlah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) terbanyak diderita oleh mereka yang berusia 30-39 tahun. Dan 15,9 persen merupakan penderita dengan kelompok umur 40-49 tahun.

“Tentunya ini menjadi permasalahan yang harus benar-benar diperhatikan. Karena penderita di Kota Yogyakarta didominasi oleh usia produktif,” kata Kuswanto.

Bagi ODHA, hidup mereka bergantung pada konsumsi obat dan vitamin yang harus dilakukan seumur hidup. Namun Kuswanto menegaskan, stigma bahwa ODHA harus dijauhi adalah anggapan yang salah kaprah. Menurutnya, ODHA tidak berbeda dengan orang pada umumnya. Sehingga tak perlu dijauhi, malah harus didampingi agar semangat menjalani pengobatan.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini, KPA Kota Yogyakarta pada Sabtu (16/5/2015) mendatang akan menggelar‎ malam renungan AIDS Nusantara di Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenang para ODHA yang sudah meninggal. Berdasarkan catatan, sudah ada 60 orang yang meninggal karena penyakit ini.

Sementara Fikram, Ketua Panitia malam renungan AIDS Nusantara akan diisi dengan diskusi bertajuk Penanggulangan HIV dan AIDS dengan Adherence dan SUFA. SUFA merupakan salah satu strategi yang dikembangkan untuk memutus mata rantai penularan HIV.

“Tak hanya itu kami juga akan menggelar tes HIV secara gratis selama kegiatan berlangsung. Hasilnya pun bisa langsung diketahui,” tutup Fikram. (*)

http://jogja.tribunnews.com/2015/05/14/jumlah-kasus-hivaids-di-kota-yogyakarta-capai-802-kasus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>